Kenali Penyakit Anak Balita yang Berbahaya Sejak Dini

( Foto : Obat Anak Kecil )

Dengan berkembangan dunia kesehatan telah banyak ditemukan berbagai bentuk vaksin dan imunisasi. Harapannya dengan pemberian zaksin dan imunisasi kepada seluruh bayi maka akan menekan angka penyakit anak balita. Namun tetap saja masih ada beberapa penyakit yang cukup akut menjangkiti para balita, di antaranya meningitis dan leukimia pada anak.

Kedua penyakit ini merupakan penyakit-penyakit yang dikenal cukup mematikan. Berikut kita akan membahas masing-masing dari penyakit ini.

Meningitis

Meningitis atau juga dikenal sebagai infeksi selaput otak merupakan penyakit mematikan ke 9 di dunia modern. Bahkan setiap tahunnya, jumlah rata-rata infeksi mencapai angka 1 juta orang dan angka kematian mencapai 174.000 jiwa. Meningitis pada anak disebabkan oleh virus yang bergerak ke arah meninges melalui aliran darah.

Penularannya pada anak bisa melalui perantara udara, seperti dari orang batuk dan bersin disekitar anak, dan kurang menjaga kebersihan. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa disebabkan oleh kontak langsung dengan penderita meningitis.

Gejala-gejala penderita meningitis antara lain:

  1. Demam dengan kaki dan tangan yang terasa dingin,
  2. Cenderung rewel tidak seperti biasanya,
  3. Muncul bintik atau ruam pada kulit,
  4. Menjadi lebih sensitif pada cahaya,
  5. Napas cenderung lebih cepat,
  6. Selera makan menurun,
  7. Muncul benjolan lunak di kepala,
  8. Leher dan tubuh menjadi kaku,
  9. Kejang dan muntah,
  10. Mudah mengantuk dan sulit bangun.

 

Meningitis adalah penyakit anak balita atau anak yang disebabkan oleh virus dapat diatasi dengan banyak istirahat, pemberian obat antivirus, dan terapi rutin. Sedangkan untuk meningitis pada anak yang disebabkan oleh bakteri dokter akan memberikan antibiotik disertai dengan penanganan yang intensif.

 

( Foto : Family Fimela )

 

Leukimia

Leukimia atau kanker darah merupakan penyakit yang disebabkan oleh kondisi sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih secara tidak normal sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Dengan jumlahnya yang banyak akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Tidak hanya menumpuk, bahkan dapat menyebar ke organ lain seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan otak serta tulang belakang.

Beberapa jenis leukimia yang menyerang anak balita di antaranya Leukemia limfotik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL), Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML), Leukimia Hebrida dan Juvenile Myeolomonocyti Leukimia (JMML). Perbedaannya adalah ALL merupaka jenis kanker darah yang terjadi pada saat sumsum tulang belakang mengembangkan DNA, AML terjadi saat DNA sel berkembang di dalam sumsum tulang belakang yang rusak sehingga menyebabkan produksi sel darah merah menjadi tidak merata, leukimia hebrida atau campuran merupakan perpaduan antara ALL dan AML, serta yang terakhir adalah JMML, kanker darah yang menyerang anak di bawah usia 4 tahun dan tidak dikaterorikan akut maupun kronis. Sampai saat ini secara medis pun belum ditemukan penyebab leukemia pada anak yang pasti.

 

Gejala-gejala yang timbul pada penderita leukimia antara lain ;

  1. Anemia,
  2. Demam yang tinggi,
  3. Mudah lelah dan mengigil,
  4. Selera makan menurun,
  5. Mudah muncul memar dikulit,
  6. Pendarahan,
  7. Mengalami penurunan berat badan secara drastis,
  8. Pembengkakan pada kelenjar getah bening,
  9. Pembesaran pada bagian limpa,
  10. Munculnya ruam-ruam atau bintik merah,
  11. Keringat berlebihan,
  12. Terasa nyeri pada tulang,
  13. Infeksi yang sulit pulih,
  14. Sakit kepala,
  15. Batuk dan sakit tenggorokan,
  16. Kejang-kejang.

 

Itulah dua penyakin anak balita yang cukup berbahaya. Mendeteksi gejala-gejalanya lebih dini akan lebih baik daripada mengobati.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *