Penyebab Perut Kembung pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Mungkin dari kamu para kaum Ibu seringkali mendapati bayi kamu menangis tanpa sebab setelah selesai makan atau ketika si buah hati sedang diam mengemut dot. Hati-hati saja, bisa saja si buah hati perutnya sedang kembung. Memang, gejala ini tidak terlihat secara kasat mata. Terlebih lagi, seorang bayi biasanya belum bisa berbicara dan mengeluh apa yang sedang dirasakannya, layaknya anak-anak ataupun orang dewasa. Gejala perut kembung seperti ini jika diabaikan tentunya bahaya karena bisa berdampak pada kesehatan bayi. Lebih parah lagi, bayi Ibu bisa saja demam dan kejang karena Ibu telat mengatasi gejala ini. Untuk itu, dalam artikel ini, kami akan berusaha membantu Ibu mengenali penyebab perut kembung pada bayi dan cara mengatasi perut kembung pada bayi tersebut.

Penyebab perut kembung pada bayi tentunya bisa beragam ya para Ibu sekalian. Mulai dari faktor internal yang menimpa bayinya langsung hingga faktor eksternal yang berasal dari ibu atau hal-hal yang bersentuhan dengan bayi. Pertama, yakni faktor internalnya. Faktor internal penyebab perut kembung pada bayi bisa terjadi karena sistem pencernaan bayi belum sempurna. Karena itu, kadang makanan yang masuk ke perut bayi tidak tercerna dengan baik.

Akibatnya, sistem pencernaan kewalahan dan makanan yang bercampur gas sulit untuk didorong keluar dari tubuh bayi. Selain itu, faktor internal lainnya adalah tubuh si bayi sensitif terhadap makanan tertentu. Setiap bayi terlahir spesial. Karena itu, apa yang ada dalam tubuhnya secara biologis juga spesial. Terkadang, untuk beberapa bayi, akan cukup sensitif merespons makanan tertentu yang banyak mengandung gas. Misalnya saja kemang kol, kubis, kentang, asparagus, kacang-kacangan, maupun brokoli.

Selanjutnya, untuk faktor eksternal ada beberapa rangsangan yang bisa membuat tubuh bayi tidak bisa menerimanya dan membuat perutnya kembung dengan gas. Misalnya, susu formula. Susu formula kadang kurang cocok pada bayi tertentu. Apalagi jika bayi ibu masih ada dalam tahap menerima ASI eksklusif. Jangan sekali-kali ya dibekali dengan susu formula. Salah-salah bayi ibu malah sakit.

Selain itu, faktor eksternal juga bisa datang dari angin yang masuk dalam tubuh, dalam hal ini yang berasal dari kipas angin. Seringkali kalau hawa panas, Ibu mengatasinya dengan menyalakan kipas angin bukan? Boleh-boleh saja, tapi jangn sampai ketiduran dan kelupaan mematikannya ya. Tubuh bayi masih sangat rentan terhadap rangsangan dari luar. Jadi ketika terpapar angin, tubuhnya mudah kembung dan masuk angin.

Tidak hanya susu formula dan kipas angin, faktor eksternal juga bisa datang dari cara menyusui yang salah. Kok bisa begitu? Ya, kesalahan posisi mulut ketika menyusu bisa menyebabkan yang masuk ke dalam tubuh bayi tidak hanya ASI. Karena posisi yang salah, ASI tidak keluar secara maksimal dan hasilnya angin turut masuk ke tubuh bayi.

Nah, untuk mengatasi perut kembung pada bayi yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal tersebut, para Ibu bisa memerhatikan beberapa hal. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan.

  1. Perbaiki posisi bayi saat menyusu. Cobalah untuk selalu membenarkan posisi menyusu yang benar. Posisikan kepalanya lebih tinggi dari perutnya. Dengan begitu ASI yang masuk lebih maksimal.
  2. Sendawakan bayi ketika bayi mulai terlihat menangis. Tempelkan perutnya pada dada Ibu dan mulailah tepuk-tepuk kecil di punggungnya.
  3. Beri pijatan lembut pada punggung atau perut bayi. Lakukan ini satu jam setelah bayi menyusu. Hentikan jika bayi menangis.
  4. Gerakan kaki mengayuh. Gerakan kakinya seperti mengayuh sepeda agar si buah hati mudah membuang udara yang mengisi perutnya.
  5. Beri air hangat. Kamu bisa memberikan air hangat dengan cara meminumkannya atau mengusap air hangat pada bagian perut dan punggung.

 

Itu dia penjelasan singkat mengenai penyebab perut kembung pada bayi dan cara mengatasinya. Semoga Ibu selalu memerhatikan buah hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ya.

 

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *